Berdalih Serang Tempat Persembunyian HAMAS, Zionis Israel Bombardir Rumah Warga dan Masjid Ratusan Orang Tewas

- 9 Oktober 2023, 17:25 WIB
Warga Palestina mencari korban di bawah reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, 8 Oktober.
Warga Palestina mencari korban di bawah reruntuhan rumah yang hancur akibat serangan Israel di Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, 8 Oktober. /REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa

MataBangka.com--Israel telah melancarkan serangkaian serangan udara yang hebat di Jalur Gaza yang terkepung, sebagai respons terhadap operasi militer darat dan udara yang belum pernah terjadi sebelumnya yang dilancarkan oleh kelompok bersenjata Palestina, Hamas, terhadap Israel.

Dalam serangan tersebut, lebih dari 313 warga Palestina dilaporkan tewas, termasuk 20 anak-anak, dan sekitar 2.000 orang mengalami luka-luka serius.

Israel meluncurkan serangan terhadap 426 sasaran di Gaza, yang mengakibatkan bangunan tempat tinggal dan masjid hancur dalam ledakan besar.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan angka korban tersebut, sementara di pihak Israel, dilaporkan setidaknya 250 warga sipil dan 44 tentara tewas dalam konflik ini.

“Di antara mereka yang tewas di Gaza adalah 20 anak-anak. Sekitar 2.000 lainnya terluka,” kata Kementerian Kesehatan Palestina seperti dikutip Al-Jazeera.

Sementara itu, setidaknya 250 warga dan 44 tentara Israel juga dilaporkan tewas dalam konflik ini.

Masyarakat di Gaza yang terkena dampak konflik melarikan diri ke sekolah-sekolah PBB, yang menyebabkan lebih dari 20.000 warga Palestina meninggalkan wilayah perbatasan Gaza untuk mencari perlindungan.

Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) telah memberikan pernyataan bahwa kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk.

Tim medis dan penyelamat menghadapi tantangan besar, dan mereka telah meminta komunitas kemanusiaan internasional untuk membuka koridor kemanusiaan sehingga mereka dapat membantu masyarakat Gaza yang terdampak.

Pada Sabtu malam, Menteri Energi Israel, Katz, mengumumkan bahwa Israel akan menghentikan pasokan listrik ke wilayah yang terkepung.

Wilayah Gaza yang berpenduduk dua juta orang tersebut telah lama berada di bawah blokade udara, darat, dan laut yang diberlakukan oleh Israel.

Youmna ElSayed dari Al Jazeera mengatakan kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk.

“Listrik yang awalnya 120 megawatt (MW) kini berkurang menjadi hanya 20MW, yang disediakan oleh pembangkit listrik yang dibiayai oleh Otoritas Palestina,” kata ElSayed.

Kelompok militer Hamas, yang menguasai Gaza, telah mengklaim telah menangkap puluhan warga Israel.

Mereka menyatakan bahwa serangan mereka merupakan respons terhadap agresi militer Israel di Masjid Al-Aqsa serta peningkatan kekerasan terhadap pemukim Palestina di Gaza.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah memerintahkan penduduk Gaza yang terkepung untuk segera pergi dan mengancam akan menghancurkan semua tempat persembunyian Hamas.

Konflik berkepanjangan ini telah menimbulkan keprihatinan atas kondisi kemanusiaan di Gaza dan meningkatkan ketegangan di kawasan tersebut.***

Editor: Mirwanda

Sumber: Pikiranrakyat.com


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah