Sandra Dewi dan 11 Istri Tersangka Kembali Diperiksa Jampidsus Kejagung, Berikut Jumlah Aset yang Disita

- 15 Mei 2024, 22:51 WIB
Sandra Dewi ketika keluar dari Gedung Kejagung usai menjalani pemeriksaan oleh Jampidsus terkait harta kekayaan yang dimiliki suaminya Harvey Moeis.
Sandra Dewi ketika keluar dari Gedung Kejagung usai menjalani pemeriksaan oleh Jampidsus terkait harta kekayaan yang dimiliki suaminya Harvey Moeis. /ist/ Humas Kejagung/

MataBangka.com - Dua orang tersangka yakni HLN dan RL kembali diperiksa Tim Penyidik Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung). Selain dua tersangka tersebut, penyidik juga memeriksa 11 orang saksi yang merupakan istri para tersangka yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dalam pengelolaan tata niaga komoditas timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) di PT Timah Tbk tahun 2015 - 2022.

Seperti diungkapkan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumadena mengatakan 11 orang saksi salah satunya adalah istri dari Harvey Moeis yakni Sandra Dewi.

"Pemeriksaan tersebut dilakukan guna melakukan klarifikasi harta ataupun aset milik para tersangka yang bisa atau tidak bisa dipertanggungjawabkan, sehingga diduga kuat sebagai hasil kejahatan," ungkap Ketut Sumadena dalam siaran persnya, pada Rabu, 15 Mei 2024.

Lanjutnya dengan pemeriksaan ini tim penyidik dapat melakukan penyitaan dengan tepat, guna mengoptimalisasi pemulihan kerugian negara.

Ketut menjelaskan terkhusus terhadap saksi Sandra Dewi, tim penyidik melakukan pendalaman terkait aset yang terindikasi sebagai hasil tindak pidana dari tersangka Harvey Moeis seperti pesawat jet, yakni mengenai tipe, kepemilikan, tahun perolehan, tempat penyimpanan (keberadaan pesawat jet), nama dan nomor teregistrasi, kebenaran dan waktu pembuatan perjanjian pranikah.

"Dan sampai dengan hari ini, tim penyidik telah melakukan pemblokiran terhadap 66 rekening dan 187 bidang tanah atau bangunan, penyitaan terhadap sejumlah uang tunai, 55 unit alat berat dan 16 unit mobil," terang Ketut.

Selain itu, tim penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap aset berupa enam smelter di wilayah Babel, dengan total luas bidang tanah 238.848 m2, serta satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Tangerang Selatan.

"Untuk enam smelter tersebut nantinya akan ditindaklanjuti dengan pengelolaan oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sehingga tindakan penyitaan yang dilakukan tetap menjaga nilai ekonomis dan tidak memberikan dampak sosial," pungkas Ketut Sumadena. (***)

Editor: Dwi Haryoto


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah