66 Rekening Tersangka Dugaan Tipikor Tata Niaga Timah Diblokir, Pengembangan Kasus Jampidsus Fokus di TPPU

- 15 Mei 2024, 22:32 WIB
TN alias AN warga Koba, Kabupaten Bangka Tengah salah seorang pengusaha asal Bangka Belitung berawal sebagai saksi akhirnya ditetapkan oleh Penyidik Jampidsus Kejagung RI dalam kasus dugaan tipikor tata niaga komoditas timah.
TN alias AN warga Koba, Kabupaten Bangka Tengah salah seorang pengusaha asal Bangka Belitung berawal sebagai saksi akhirnya ditetapkan oleh Penyidik Jampidsus Kejagung RI dalam kasus dugaan tipikor tata niaga komoditas timah. /Ist/ Kejagung RI/

 

MataBangka.com - Tim Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melakukan pengembangan terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) tata kelola niaga timah di wilayah izin usaha penambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 - 2022.

Dari pengembangan penyidikan, kali ini penyidik yang fokus terhadap dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), sedikitnya ada 66 rekening yang diblokir sementara ini dari 21 orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Pemeriksaan kali ini penyidik fokus pada Tindak Pidana Pencuacian Uang (TPPU), dan sedikitnya sudah ada 66 rekening yang diblokir sementara ini," ungkap Direktur Penyidik Jampidsus Kejagung, Kuntadi dalam koferensi pers yang dilakukan secara daring, pada Rabu, 15 Mei 2024 sore.

Lanjut Kuntadi hingga sampai saat ini total ada 187 orang saksi yang telah dimintai keterangan oleh penyidik terkait kasus tipikor tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah Tbk.

"Total sudah ada 187 orang saksi, dan masih akan ada lagi," kata Kuntadi.

Diketahui sejak dilakukan penyelidikan dan penyidikan, sudah ada 21 orang yang ditetapkan tersangka oleh Penyidik Jampidsus Kejagung dimulai dari mantan Direksi PT Timah Tbk, pengusaha lokal yang menjabat direktur, pengusaha nasional yang menjabat owner, eks plt dan kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel.

Menyusul pernyataan resmi Kejagung, bahwa nilai korupsi mencapai Rp 271 triliun, terakhir penyidik kejaksaan menjerat sekaligus lima orang tersangka, diantaranya:

1. Hendry Lie (HL) selaku beneficial owner atau pemilik manfaat PT TIN
2. Fandy Lie (FL) selaku marketing PT TIN sekaligus adik Hendry Lie
3. Suranto Wibowo (SW) selaku Kepala Dinas ESDM Bangka Belitung 2015-2019
4. Rusbani (BN) selaku Plt Kepala Dinas ESDM Bangka Belitung Maret 2019
5. Amir Syahbana (AS) selaku Plt Kepala Dinas ESDM Bangka Belitung

Sedangkan 16 orang tersangka sebelumnya diantaranya:
1. Toni Tamsil alias Akhi (TT) tersangka pokok perkara perintangan penyidikan.
2. Suwito Gunawan (SG) selaku Komisaris PT SIP atau perusahaan tambang di Pangkalpinang, Bangka Belitung
3. MB Gunawan (MBG) selaku Direktur PT SIP
4. Tamron alias Aon (TN) selaku beneficia owner atau pemilik keuntungan dari CV VIP
5. Hasan Tjhie (HT) selaku Direktur Utama CV VIP
6. Kwang Yung alias Buyung (BY) selaku mantan Komisaris CV VIP
7. Achmad Albani (AA) selaku Manajer Operasional Tambang CV VIP
8. Robert Indarto (RI) selaku Direktur Utama PT SBS
9. Rosalina (RL) selaku General Manager PT TIN
10. Suparta (SP) selaku Direktur Utama PT RBT
11. Reza Andriansyah (RA) selaku Direktur Pengembangan Usaha PT RBT
12. Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT) selaku Direktur Utama PT Timah 2016-2011
13. Emil Ermindra (EE) selaku Direktur Keuangan PT Timah 2017-2018
14. Alwin Akbar (ALW) selaku mantan Direktur Operasional dan mantan Direktur Pengembangan Usaha PT Timah
15. Helena Lim (HLN) selaku Manajer PT QSE
16. Harvey Moeis (HM) selaku perpanjangan tangan dari PT RBT. (***)

Editor: Dwi Haryoto


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah